Banyak cerita di hidup ini, dan semua itu tentu ada yang menyenangkan dan ada pula yang belum menyenangkan
, namun semua harus dibuat menyenangkan tentunya.
ngomong-ngomong soal cerita, nah aku pengen ngulas sedikit mengenai buku yang baru aku baca, judulnya “Marmut Merah Jambu”.
Pasti dah pada tau kan itu buku ditulis oleh siapa? yuph buku itu merupakan buku kelima yang ditulis oleh si “Kambing Jantan” atau yang bernama asli di ktpnya “Raditya Dika”. entah apa yg membuat saya tertarik untuk membaca dan membeli buku ini, namun memang ternyata didalamnya memang sangat menarik untuk dibaca, ditelaah dan dipahami.
Buku yang berisi mengenai pengalaman kisah cinta yang telah dijalani oleh Bang Radith ini ternyata sangat konteks dengan realita hubungan remaja yg ada saat ini (yaiyalah, kan itu cerita asli tentang dia. aduh gmana sih ji??? deng dong deng), ceritanya menggelitik namun tetap fokus pada inti masalah yang ada “Cinta”. Klise memang jika bicara tentang kata itu, namun itulah yang terjadi bahkan hubungan yang telah dijaga dengan baik pun pasti kandas juga. Disini pun kita dapat melihat Cinta dari berbagai sudut dimana semesta memang memberitahu kita, bagaimana cinta itu berjalan kepada kita, bagaimana kita menolak dan ditolak dan lain-lain, dan yang terpenting tidak ada kebohongan dalam cinta dan yang ada hanya ketulusan, seorang penulis yang dapat berhubungan dengan seorang penyanyi menurut saya merupakan hal yg sangat menarik, dilihat dari segi usaha ataupun pendekatan yang dilakukan, itu pun mengajarkan bahwa kita harus memiliki prinsip sebagai seorang manusia. mw tau bentuknya ini dia :
Seperti kata pepatah, don’t judge the book from the cover, sama halnya dengan buku ini jika kita menelaah lebih dalam, banyak hal yang dapat dipetik dalam buku ini, ada beberapa hal yang memang pernah aku sendiri alami, apalagi pengalaman ditolak wanita(curcol kan jadinya), memang rasanya sangat tidak nikmat (kita senasib Bang Dika T_T), tapi ya itulah perjalanan hidup, atau mungkin cerita cinta yang mana peta cinta itu sendiri pun telah dibuat secara teratur olehnya, garis temu dan pisah semua tergambar secara rapi dan hanya dapat dilihat dari sudut pandang yg sangat jauh entah dari galaxy mana, namun kita pun harus sadar bahwa sebenarnya itu semua mungkin bisa kita lihat dari lubuk hati kita yang paling dalam
. intinya adalah jangan pernah menyerah karena cinta, karena peta yang telah digaris tadi pasti memiliki makna dan tujuan akhir, yaitu sebuah hadiah indah dari Sang Pencipta untuk kita. Semoga Bang Dika dapat terus berkarya dengan cerita2 uniknya dan semoga hari-hari kita penuh dengan Cinta dan Kasih sayang. amin


